Hujan Antariksa 2012
Pada 2003, saat terjadi puncak aktivitas matahari, Indonesia pernah dihujani sampah-sampah antariksa. Pecahan tersebut sempat jatuh sampai ke tanah di Bengkulu dengan ukuran 80 x 120 cm. Sebelum itu, pecahan terbesar yang kurang lebih seperti ukuran manusia juga terjadi pada Maret 1981 di Bengkulu. Pecahan itu berasal dari sisa Roket Soyus dan Cosmos.
Ternyata berkaitan dengan itu, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) memperingatkan masyarakat agar mewaspadai turunnya hujan sampah ke bumi yang diperkirakan puncak terjadinya pada tahun 2012. Hal itu diingatkan Thomas Djamaluddin, Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Atmosfer dan Iklim Lapan, di dalam acara Press Tour yang diadakan Kamis (10/12/2009). “Pada saat itu, atmosfer Bumi akan menjadi lebih padat akibat pengaruh aktivitas iradiasi matahari di saat siklus puncak. Dengan kian padat, ada hambatan bagi satelit dalam bergerak. Kecepatan menjadi semakin rendah dan lama-lama kehilangan gravitasi dan ketinggian sehingga akan mudah jatuh,” tutur profesor riset di bidang astronomi Lapan ini. Saat itu, diperkirakan hampir setiap hari sampah berupa satelit akan jatuh ke permukaan Bumi. Pada kondisi normal, rata-rata hanya dua satelit atau pecahannya yang jatuh per pekannya. Apakah ini akan menjadi peristiwa besar yang akan mewarnai tahun 2012 yang diperkirakan menjadi tahun paling kontroversial saat ini? Ataukah ada hubungannya dengan perkiraan kiamat yang akan terjadi di pengujung 2012? Kita hanya bisa menunggu sampai saatnya tiba.